SEPI ANGIN DARI KINABALU...

ku titipkan rinduku dari perantauan pada kedua orang tuaku di dalam blog ini...Ya Allah Ya Tuahnku,limpahkan lah Rahmat kasih sayangMu pada mereka....lindungi dan jauhkanlah mereka dari kecelakaan serta kurniakanlah kebahagiaanMu pada mereka di dunia dan akhirat....sesungguhnya aku terlalu menyayangi mereka...amin..

Tuesday, March 15, 2011

Ar-Rahman...

Ya Allah…                                                              
Besarnya kuasaMu
Pada insan kalian penghuni dunia
Yang terasa dan meresap
Dalam diriku
Kau curahkan
Semua kebahagiaan padaku
Hingga aku menjadi malu
Sebentarnya aku menjadi laut
Dan seketika pula aku
Menjadi bintang-bintang
Yang paling indah sekali
Aku menjadi taman
Penuh dengan bunga-bunga nikmat
Makanan-makanan lazat
Minuman-minuman manis
Seperti serbat
Tuhan bagaimana agaknya
Pemberian nikmatMu ini
Supaya dapat pula
Kuhadiahkan pada insan lain
Ialah kalau boleh
Ianya berkembang
Berdiam dalam lautan
Dan daratan bagi contoh seluruh insan

Wednesday, February 9, 2011

tanah cinta bonda



~PUISI UNTUK BONDA TERCINTA~

Ibu...
kau telah memberikan separuh kehidupanmu
Memberikan banyak cinta untukku sepanjang hidupmu

Menjadi tempat mengaduku
Kau memberikan semangat untukku

Memberikan waktumu untukku
Hanya kau wanita yang paling kucintai di dunia ini

Ibu...
Hanya kau yang mempunyai waktu untuk mencintaiku

Ibu...
Hanya air matamu yang mengalir untukku

Ibu...
Hanya engkau yang menyerahkan nyawamu untuk menyelamatkanku
Hanya ada huluran tanganmu ketika aku menangis

Hanya ada senyumanmu ketika aku bersedih
Hanya ada tawamu ketika aku senang

Ibu...
Hanya engkau yang ada dalam di hatiku

Ibu...
Seandainya aku bisa menghapus air matamu
Seandainya ibu tahu aku juga merasakan pedihnya hatimu

Agar aku merasakan jika ibu sedang sedih
Tapi gadis kecilmu ini tidak dapat berbuat seperti yang ibu lakukan padaku

Ibu...,
Seandainya aku bisa menggantikan kesedihan ibu dengan tawaku
Seandainya aku bisa memberikan nyawa ini walau hanya separuh dari nyawaku
Seperti yang ibu lakukan ketika melahirkan aku

Seandainya aku bisa menjadi tempat mengadumu
Seperti aku yang bisa mengadu padamu
Aku hanya ingin menyapu air matamu, ibu...
Aku juga ingin merasakan perih dan pedih yang ibu rasakan

Ibu...
Sejuta cintaku
Sejuta kasihku
Sejuta perhatianku
Dan sejuta sujudku ditelapak kakimu...

Ya Allah...
Kau angkatlah beban ibuku...
Hanya Engkau yang bisa
Karena hanya Engkau tempat mengadu ibuku...

Ibu...
Aku mencintaimu dengan sepenuh hati dan jiwaku

Tuesday, February 8, 2011

Puisi buat bonda

Perkongsian rasa buat mereka yang masih ada bonda atau yang sudah tiada. Bila mahu tidur nanti,pejam mata, ingat balik kisah kamu bersama bonda. Semoga tidur kamu dipeluk rasa sayang.

(i)
Malam ini
aku titipkan puisi
buat bonda
agar terasa aku diribaannya
tenang
lena.


Bonda
waktu aku kecil-kecil dulu
aku ini pemalu berjumpa orang-orang baru
selalu menyorok muka dibelakangmu
bila bonda tanya mengapa
aku jawab, “takut, mama”
bonda , ketika itu pasti kamu hanya tersenyum melihat aku.


Bonda
waktu aku kecil-kecil dulu
ketika sifat nakal aku ini menjadi ujian buatmu
pasti bonda selalu kata,
“Anak mama jangan nakal, tak sayang mama?”
sedih suaramu bonda.


Bonda
waktu aku kecil-kecil dulu
ingat tak, yang aku ini selalu aja suka bersendirian
di tingkap itu aku selalu duduk tanpa berteman
angin yang berhembus itulah sahabat aku
buku kecil dan pensil itulah penghubung jiwa aku
bonda selalu bertanya, “tidak mahu berkawankah?”
aku cuma tersenyum dan menggeleng sahaja.


Bonda
waktu aku kecil-kecil dulu
ketika ayahanda selalu kerja diluar
kita hanya berdua dirumah
bila mahu tidur, bonda selalu bercerita kadangkala itu bonda bersyair
agar aku tenang lena hingga esoknya
aku masih ingat bonda,
aku suka mendengar cerita Laila dan majnun
aku suka didoikan syair sang pujangga
suaramu bonda, itu pengubat luka lara dalam jiwa.

(ii)
Seawal pagi kini
bila mata ini mampu lagi celik
pasti aku teringat
suaramu memanggil nama aku
tangan lembap mu dek kerna air wudhuk itu membelai muka dan mengejutkan aku
semua itu bonda
membuatkan segala urat badan aku segar untuk bangun semula.


Bonda
kadangkala jika hadir rasa kosong dalam jiwa
pasti kamu tahu segala
tidak perlu mulut aku bicara
tidak perlu untuk aku menyusun kata
kamu tahu kan segalanya bonda
kerna tiba-tiba pasti ada panggilan darimu bertanya
“Kenapa anak mama? Sedih ya?”


Tapi itu semuanya kisah kita dulu bonda
aku kini hanya mampu bukukan seagalanya di dalam jiwa
tiada siapa pun dapat membaca
hanya aku, diri aku, bersama kisah aku.

(iii)
Bonda
kini aku benar-benar perlu peluk darimu
aku ingin jadi seperti anak kecil dahulu


Disini
sekarang ini
aku berdiri rasa kelu
aku melangkah rasa dihimpap batu
aku duduk bagai dilambung kesana kesitu
aku menunggu tanpa siapa menyambut aku
jatuh
jatuh
akhirnya aku hanyut berlalu


Bonda
aku mahu tangan kamu
ubati luka nanah aku
sekat tangis aku
rangkul erat aku
tolong bonda
sakit ini bonda
anak mu makin hanyut berlalu

(iv)
Bonda
tika tangan ini memohon padaNYA
ku pujuk tuhan agar tenangkan bonda
sekat airmatanya
sejukkan hatinya
melihat aku di sini
bila aku tiada
tidak mampu membuat apa


Bonda
aku simpankan puisi ini
buat mu
sampai satu masa nanti
tanggan mu menarik aku
ke syurga bersama.


Aku tunggu,
bonda.


ayah...

Sunday, February 6, 2011

AYAH BUNDAKU


Bunda
engkau adalah
rembulan yang menari
dalam dadaku
Ayah
engkau adalah
matahari yang menghangatkan
hatiku
Ayah Bunda
kucintai kau berdua
seperti aku mencintai surga
Semoga Allah mencium ayah bunda
dalam tamanNya terindah nanti

ibuku....


sayup kudengar gerit halus suara pintu di
 kegelapan nan hening
 kalau aku terbangun malam itu
 kemericik air mengalir menyenandungkan
 ritual wudhu
mengirim desir angin dingin yang membuatku
menarik selimut lebih dalam
Bundaku……….
 kau ajar aku dalam diammu nilai Ilahiah
 kasih mengalir di senja itu,
 ketika aku harus menunggu giliran mengaji
 darimu
 atau cahaya remang mentari menyentuh bola
 mataku,
 kala dalam kuap sisa tidurku
 kulihat engkau membaca qur’an pagi itu
 Bundaku…………
 dalam lakumu kau ajar aku kecintaan akan
 Kalam Ilahi
 tak banyak yang kau beri dari dunia ini
 padaku
 tak banyak tuntutan kau ungkap akan harapan
 seorang ibu
 nilai ketulusan dan kesederhanaan
 mengajarkanku sesuatu
 Maka kelak…….
 jika harus engkau pertanggungjawabkan amanah
 ini dihadapanNya
 izinkah aku untuk mengatakan…………

 Aku yang salah Tuhanku
 untuk kebodohanku dalam mengambil pelajaran
 Aku yang salah Tuhanku
 untuk keburukan akhlak yang terpatri
 Aku yang salah Tuhanku
 untuk semua pelanggaran yang telah aku
 lakukan

 hingga engkau bebas
 dari tuntutanNya akan laku anakmu ini
 sekalipun itu
 tak pernah cukup untuk mengganti
 setiap cucur darah, keringat dan airmata
 dari ketulusan cintamu

 terima kasih ibuku………