SEPI ANGIN DARI KINABALU...

ku titipkan rinduku dari perantauan pada kedua orang tuaku di dalam blog ini...Ya Allah Ya Tuahnku,limpahkan lah Rahmat kasih sayangMu pada mereka....lindungi dan jauhkanlah mereka dari kecelakaan serta kurniakanlah kebahagiaanMu pada mereka di dunia dan akhirat....sesungguhnya aku terlalu menyayangi mereka...amin..

Sunday, February 6, 2011

IBU

Ibu…
Kedut wajahmu merobek hati
Kenangan lalu terpahat di sanubari

Ibu…
Engkau bermandikan peluh
Demi sesuap nasi anak-anakmu
Bersama kasih sayangmu
Umpama buah yang masak ranum…

Ibu…
Kali ini aku bangkit
Bersama tekad cita di dada
Bersama harapanmu yang menggunung
Takkan ku rela
Keringatmu mengalir lesu

Ibu…
Kini aku hampir
Menggapai kemuncak citamu
Mencapai impianmu
Tunggulah…
Anakmu pulang
Membawa segulung ijazah
Membela nasib kita
Membela nasib bangsa
Membela nasib agama

Ibu…
Kegembiraanmu kegembiraanku
Kesedihanmu kedukaanku







CERITA SEORANG MAMA


Di jendela
Seorang mama sepi
Mata tua merenung jalan
Mengenang satu kehilangan
Anakku..
Kelamarin kulepaskau pergi
Ke kota berburu
Meraih nasib
Tapi…
Hingga ke saat ini
Aku kehilanganmu
Tanpa secebis warkah
Atau sekelumit pesan
Anakku…
Beruntungkah kau
Mencapai maksudmu
Atau sengaja kau lupakan
Si tua ini..
Atau kau terjatuh
Dalam perangkap kota
Yang beranjau duri
Anakku…
Aku seorang ibu
Ibu yang daif ini
Sering sepi di jendela
Untuk melihat langkah
Kau pulang
Dengan wajah berseri
Menemui ibumu
Yang kepatahan
Tempat bergantung ini…


                                               

PUSARA AYAH


Menjelma cahaya subuh
Kumandang azan syahdu
Menusuk hati yang lama sendu
Gerak langkah
Seiring desir angin
Menyusur pasir putih
Melewati penghuni sepi
Di sana…
Kemboja segar berdiri
Tidak lekang zikir suci
Setia meniti hari
Korban diri layu menyembah bumi
Di sana…
kicau murai berterbangan
seakan mengucap salam
melabuh medan kesepian
meredah daratan keinsafan
Ayah…
Di sini aku berdiri
Berdiri anak yang sepi
Rindu menggamit hari
Tidak bisa dibendung lagi
Ayah…
Akulah bongsu tinggalanmu
Akulah yang masih mencari
Sisa-sisa keusangan
Sebuah kasih sayang yang abadi
Ayah…
Di sini aku masih
Menggenggam sebuah amanat
Amanat kasih kesumat
Yang pasti belum tersisih
Ayah…
Biar kita berpisah
Antara langit dan bumi
Hati anakmu masih di sini
Teguh melabuh hari
Ayah…
Di sini inginku sampaikan
Salam al-Fatihah buatmu
Dari kekasihmu yang setia
Kekasih yang bernama bonda
Ayah…
Di sini kutaburkan
Bunga-bunga kerinduan
Kalam Yassin kuiringkan
Doa untukmu ketenangan
Ayah…
Terlerai sudah
Seribu kesyahduan
Bila terhampar segala kalimat
Moga rohmu dicucuri rahmat.

Ayah

Ayah…
Pengorbanan mu
Umpama mutiara di tengah lautan

Ayah…
Kedut wajahmu
Kelam kulitmu
Membakar semangatku

  Ayah…
Malam pekat berbekalkan pelita
Bersengkang mata di kala engkau lena
Ditemani kokokan ayam
Memecah kesunyian
Demi mengubah keadaan

Ayah…
Memori semalam menerjah ingatan


Dalam kesejukan hujan
Kepulanganmu ayah…
Bersama ikan-ikan tak kehabisan
Wajahmu ayah…
Sugul tak bermaya
Kelibat senyum matamu masih jua ramah
Seakan menutup padaku kelesuan hidup sendiri
Mengharapkan esok
Sinar menerangi fana

Ayah…
Kolam-kolam derita dan pudar bulan pagi
Garis-garis putih lesu melingkungi hitam suram
Kini…diterangi bulan
Bercahaya menerangi hidupmu

Saturday, February 5, 2011

PUISI RINDU BUAT IBU

redup asar petang jumaat
dengan renyai dan rahmat
bumi menjemput takdir dengan berat
hukum hidup pada yang hadir
aku merelakan 
pergimu membawa
sekelian sakit sekelian perit
segenap pedih dan pahit
dengan kudrat yang bersisa
aku menyaksikan 
dirimu menelan duka 
memamah payah di halkum
urat dan nadi terhenti
ketika semuanya berakhir
dalam sedar dan lena
suatu kehilangan hadir
dengan kehadiran yang hilang
mimpi ngeri menjadi realiti
sepi menyelubungi diri 
antara langit dan bumi
kerinduan hadir 
dalam gelisah yang panjang
dalam ingatanku menyinar 
bagai kilau cahaya
menikam gelap kamar
saat saat mengulit rindu 
aku mengingatmu ibu

Wahai Puteriku.. Dengarlah Ini Baik-Baik

Nasihat Ibunda Umamah Bunti harith kepada puterinya Ummu Iyyas binti Auf bin Muhallam As syaibani yang akan bernikah dengan Raja Kindah Amru bin Hijr. Sebelum akad nikah berlangsung, ibu Ummu Iyyas telah masuk bertemu anaknya dan berpesan:

Wahai puteriku, jagalah baik-baik 10 perkara, kelak kamu akan memiliki Perbendaharaan Rumahtangga.
1) Temanilah suamimu dengan sifat Qana'ah (terima seadanya). Hormatilah dia dengan menggembirakannya dan berikanlah kepuasan kepadanya.
2)Turutilah perintah suamimu sebaik-baiknya.
3)Awasilah sorotan kedua matanya jangan sampai suamimu melihat sesuatu yang buruk padamu.
4)Awasilah hidungnya jangan sampai suamimu mencium sesuatu kecuali bau yang paling sedap dan nyaman.
5)Jagalah baik-baik waktu tidur suamimu jangan sampai tidurnya terganggu kerana ia membawa kemarahan.
6)Jagalah baik-baik waktu makannya jangan sampai dia lapar kerana lapar itu menimbulkan kemarahan.
7)Jagalah baik-baik harta benda suamimu dengan cermat dan aturkanlah perbelanjaan keluar masuk harta atau wang nya dengan sebaiknya.
8)Jagalah anak-anaknya, keluarga dan pembantu rumahtangga suamimu sebaik-baiknya.
9)Janganlah melawan ayau menderhaka perintah suamimu kerana perkara itu menyedihkannya.
10)Janganlah kamu membuka rahsia suamimu kerana dengan itu nescaya kamu tidak akan terselamat darinya (dunia dan akhirat).

Semoga diri ini menjadi yang solehah untuk suami dan ibubapa tercinta....